Brebes (dmikabbrebes.or.id ) – Orang mukmin yang membaca alquran itu laksana buah jeruk, wangi dan manis, berbeda kalau orang munafek yang membaca alquran itu ibarat pohon kurma, manis tapi tidak beraroma.
Demikian disampaikan oleh KH. Hudallah Karim saat pengajian Kitab Ihya Ulumuddin Juz awal halaman 273 bab fadhillah alquran, di Ponpes Al Bukhori Sengon Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes, Jumat (12/07/2024).
Puluhan warga dari berbagai desa hadir termasuk Pengurus Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Brebes dalam pengajian rutin kitab Ihya Ulumuddin Karya Imam Ghozali.
Pengajian kitab kuning ini sangat relevan dalam menjawab kondisi zaman sekarang ini, dengan derasnya arus globalisasi karena banyak makna yang tersirat dan tersurat yang disampaikan.
Jangan saling menghujat kalau kita tidak paham dalam persoalan menafsirkan macam-macam perbandingan agama, Kenapa banyak perbedaan terkait syariat, karena ilmu kita yang tidak luas dalam pengetahuan atau mutholaah kitab. Sejatinya semua muslim itu adalah saudara, tapi kenyataannya kita bisa tahu sendiri.
Dianjurkan sebelum tidur kita membaca istighfar untuk dirinya sendiri, keluarga, lingkungan dan muslimin muslimat, saat kita berdoa untuk orang lain, maka sejatinya kita ini tidak bermusuhan, karena saat kita memohon maaf untuk umat, artinya kita ini sejatinya memiliki kasih sayang, adapun perbedaan atas masalah yang ada jadikan sebagai motivasi hidup.
Pesan ngaji Kyai Hudallah, Marilah dalam hidup ini suka memaafkan orang lain dan berusaha untuk sayang kepada muslimin dan muslimat, kemudian Jangan suka mengumbar kesalahan orang lain, karena kelak dikemudian hari akan dapat balasan atas kita mengumbar kesalahan orang lain atau ngrasani.
(Kontributor : Bahrul Ulum)
3 komentar untuk “Ngaji Ihya Ulumuddin Bareng DMI”
Alhamdulilah matursuwuuun atas ilmunya pak yai.
Sedikit koreksi bapak.. untuk kecamatan TANJUNG, sanes Tonjong
Makasih atas koreksinya